Senin, 15 Agustus 2011

PERMEN KARET

Edi dan Udin saat ini akan menikmati makan siang di warung makan. Mereka menunggu pesanan makanan favorit masing-masing.
Saat akan makan, Edi terlihat kebingungan mencari sesuatu yang hilang, disingkapnya taplak meja, melongok kolong meja, tetapi yang dicarinya belum juga ditemukan. Akhirnya Udin bertanya,"Hei, Di apa yang sedang loe cari? Nanti gue bantu mencarinya."
Dengan spontan Edi menjawab, "Permen karet yang gue kunyah jatuh, Din!".
"Alaah, permen bekas aje dicari segitu bingungnya, nanti gue beliin sepuluh!". Jawab Udin dengan nada kesal.
"Permennya tidak masalah Din, tapi gigi gue nempel di permen itu!". Jawab Edi sambil menunjukkan gigi depannya yang ompong.

Sabtu, 13 Agustus 2011

DINGIN LEBIH MAHAL!

Dua orang bersahabat masuk ke dalam rumah makan untuk memesan minuman, "Mas, pesan teh jeruk dua gelas!" Kata Edi kepada pelayan.
"Panas atau dingin?". Tanya pelayan kepada Edi.
Dengan secara spontan Edi menjawab pada pelayan, "Panas!"
Tidak lama kemudian dua gelas teh jeruk panas dibawa pelayan menghampiri mereka. Dengan tiba-tiba Edi langsung mengambil minuman panas itu dan langsung meneguknya.
Kejadian itu sangat mengejutkan Udin, kawannya. Lalu dia menegur Edi "Di, gila loe, teh itu masih panaskan? main tenggak aje!".Dengan dipenuhi rasa keheranan pada benaknya.
"Din, lihat tulisan di tembok itu!" Kata Edi sambil jari telunjuknya menunjuk ke tulisan yang tertera di tembok.
 TEH JERUK  panas Rp 2.000,-  dingin Rp 5.000,-.
"Jadi teh jeruk panasnya gue minum sekarang biar tidak keburu dingin!", Sambungnya smbil tangannya terus memegangi bibirnya yang lepuh karena panas.
"Dasar o..on" Kata Udin perlahan takut didengar Edi.