Selasa, 20 Agustus 2013

SAMAK GORENG

Saat itu Udin sedang beristirahat setelah berkeliling menyuri tempat wisata di daerah Garut. Beberapa lama datanglah seorang penjaja yang menawarkan tikar untuk alas. " Samak goreng, Om! Tawar penjaja itu. "Wah, asyik nih! siang-siang begini makan gorengan, samak goreng ...? mungkin makanan khas Sunda nih!. Pikir Udin. " Boleh Ceu, samak gorengnya dengan kopinya ya..! Ucapnya.
Penjaja itu menggelar tikarnya yang langsung diduduki Udin, lalu tak berapa lama datang secangkir kopi panas disajikan oleh penjaja tikar itu.
Lama Udin menunggu samak goreng yang tidak kunjung disajikan, lalu dia bertanya kepada penjaja tikar yang sedang duduk tidak jauh dari tempatnya. " Ceu, mana samak gorengnya? Saya mau minum kopi dengan samak goreng itu ". Lalu penjaja itu menunjuk ke arah tikar yang diduduki oleh Udin dengan dialek Sunda. "Ya, taruh saja di situ". Jawab Udin yang tidak mengerti apa yang diucapkan penjaja itu.
Kemudian datanglah Tatang teman Udin menghampirinya. " Ada apa Din?" Tanya Tatang. "Ini Tang, gue pesan samak goreng, tapi engga dikirim-kirim ..."
Sambil tertawa Tatang yang memang orang Sunda berkata pada Udin, "Din, samak goreng itu artinya tikar butut (jelek) yang elo dudukin itu".
Dengan menggerutu Udin, berkata, "Siapa yang mau ngopi ame tiker butut..."!!!!

Tidak ada komentar: