Kamis, 23 Agustus 2012

SALAH PAHAM

Dadang dan Udin siang itu sedang berjalan menelusuri jalan alteri yang ditumbuhi dengan pepohonan rindang di sepanjang tepi jalan tersebut. Suatu ketika Dadang ingin "buang air kecil", namun di sepanjang jalan itu tidak ada WC umum yang bisa memenuhi hasratnya itu. "Din gue mau kencing, dari tadi gue tahan-tahan, rasanya sekarang engga bisa lagi nih!." Sambil matanya memandang sekeliling, berharap ada WC Umum. Namun tidak ada yang bisa diharapkan, akhirnya Udin memberi usul kepada Dadang, " Dang, namanye juga darurat udeh buang di belakang pohon itu aje !" Sambil tangannya menunjuk salah satu pohon dekat halte bus. Akhirnya Dadang pun tanpa pikir panjang langsung menumpahkan hasrat "kencing"nya di balik pohon yang berbatang besar itu. Namun tidak disangka-sangka seorang wanita setengah baya muncul dari tikungan jalan menuju halte bus dimana mereka berada. Saat ia berdiri menunggu bus datang, mata wanita itu tidak lepas memandangi Dadang dari ujung kaki hingga ujung kepala. Baru saja Dadang menyelesaikan "tugas"nya, dia dihampiri oleh wanita setengah baya itu dan langsung menghardiknya. " Dasar laki-laki kurang ajar, tidak tahu diri, tidak tahu sopan santun, dst .., dst...!" ucap wanita itu geram kepada Dadang yang terlihat terkesima dengan kemarahan wanita itu. Udin merasa iba melihat hal itu, dan dia bertanya kepada wanita, " Tante ada apa sih, kok segitu marahnya dengan kawan saya?". "Itu kawannya tidak tahu malu "kencing" sembarangan seperti binatang." Jawab wanita itu kesal. "Sudahlah tante, ini kan tempat umum banyak orang lalu lalang, maafkan kawan saya!" katanya membela Dadang. "Inikan hanya masalah kecil... !" lanjutnya.
Namun belum sempat Udin menyelesaikan ucapannya, tante itu menyela " Apa yang kecil orang saya lihat besar kok!".


Tidak ada komentar: